Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Periode Pemeliharaan dan Perbaikan Motor Yamaha Jupiter MX 135 LC

jupiter mx

  • Pemeriksaan tahunan harus dilakukan setiap tahun, kecuali jika pemeliharaan berbasis kilometer dilakukan sebagai gantinya.
  • Setelah 30.000 km, ulangi interval pemeliharaan mulai dari 6.000 km.
  • Produk yang ditandai dengan tanda bintang (*) harus dilakukan oleh dealer Yamaha karena memerlukan alat khusus, data, teknis dan keterampilan.
No. Item Pemeriksaan dan Pemeliharaan Pembacaan Odometer

(x 1000 km)

Periksa Tahunan
1 6 12 18 24
1 * Keran Bensin Periksa keran bensin dan selang vakum dari retak atau rusak V V V V V
2 Busi Cek kondisi busi

Bersihkan, atur jarak renggang

V V
Ganti V V
3 * Katup/ Valve Cek kerenggangan katup

Lakukan penyetelan

V V V V
4 Saringan Udara Bersihkan V V
Ganti V V
5 * Baterai Periksa ketinggian cairan elektrolit

Pastikan selang pembuangan diarahkan dengan benar

V V V V V
6 * Rem Depan Periksa kerja rem, level minyak rem, serta kebocoran V V V V V V
Ganti kampas rem Setiap mencapai batas
7 * Rem Belakang Periksa kerja rem, atur jarak main bebas pedal rem V V V V V V
Ganti kampas rem Setiap mencapai batas
8 * Selang Rem Periksa dari retak atau kerusakan V V V V V
Ganti Setiap 4 Tahun
9 * Velg Roda Periksa dari kerusakan

Kencangkan jari-jari jika perlu (Spoke Wheel)

V V V V
10 * Ban Periksa tapak kedalaman dan kerusakanGanti bila perlu

Periksa tekanan udara ban

Tambahkan udara bila perlu

V V V V V
11 * Bantalan Roda Periksa bantalan dari kelonggaran atau kerusakan V V V V
12 * Suspensi/ Lengan Ayun Periksa cara kerja V V V V
Lumasi dengan gemuk khusus setiap 24000 km
13 Rantai Motor Periksa kondisi, keselarasan dan kelonggaran rantai

Penyetelan serta lumasi dengan oli mesin

Setiap 500 km, setelah pencucian motor, dan stelah berkendara dalam hujan
14 * Bantalan Kemudi Periksa kerja bantalan kemudi dari kekasaran V V V V V
Lumasi dengan gemuk Setiap 24000 km
15 * Pengencang Chassis Pastikan semua mur, baut dan sekrup kencang V V V V V
16 Standar samping dan tengah Periksa kerja standar

Lumasi

V V V V V
17 * Garpu roda depan Periksa kerja garpu, cek dari kebocoran minyak V V V V
18 * Shockbreker Periksa kerja, cek dari kebocoran oli shock V V V V
19 * Karburator Periksa kerja Choke

Lakukan penyetelan langsam motor

V V V V V V
20 Oli Mesin Ganti

Periksa ketinggian oli, periksa kebocoran

V V V V V V
21 Filter Oli Mesin Ganti V V V
22 * Sistem Pendingin (radiator) Periksa ketinggian air radiator V V V V V
Ganti Setiap 3 tahun
23 * Switch Rem Depan dan rem Belakang Periksa kerja switch V V V V V V
24 Kabel dan Moving Parts Lumasi bila perlu V V V V V
25 * Grip dan Kabel Gas Periksa cara kerja dan jarak main bebas gas

Atur jarak bebas kabel

Lumasi rumah grip gas dan kabel gas

V V V V V
26 * Air Induction System Periksa katup udara dan selang dari kerusakan

Ganti kerusakan bila perlu

V V V V V
27 * Lampu, Sein, dan Switch Periksa Kerja

Lakukan penyetelan lampu besar

V V V V V V
VN:F [1.9.8_1114]
Rating: 7.7/10 (7 votes cast)
VN:F [1.9.8_1114]
Rating: +1 (from 1 vote)

Jupiter MX: Teknologi DiASil Cylinder dan Forged Piston

Jupiter mx adalah motor bebek yang lahir dengan mengadopsi teknologi dari motor balap. Faktor keunggulan jupiter mx yang telak membuat kompetitor tak berkutik adalah kapasitas mesinnya paling besar dibandingkan moped lain di indonesia, 4 tak 135 cc 4valve SOHC. Selain itu Jupiter MX juga merupakan moped yang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang menggunakan DiASil Cylinder dan Forged Piston yang mendapat jaminan garansi selama 5 tahun. tentu teman-teman bertanya-tanya apa itu sebenarnya teknologi DiASil Cylinder dan Forged Piston?

DiaSil Cylinder
DiaSil Adalah singkatan dari Die Aluminium Silicon, yaitu material logam yang merupakan campuran aluminium dan silicon, sehingga material ini memiliki beberapa keungulan antara lain memiliki kemampuan pendinginan yang baik, ketahanan terhadap aus yang tinggi Keunggulan pengunaan Die Diasil Cylinder adalah sebagai berikut :

  • Ramah lingkungan, karena bukan mengunakan lapisan nikel total Die-Cast Aluminium (mudah didaur ulang)
  • Proses dengan teknologi tinggi dan modern (proses otomatis)
  • Ekonomis, tidak menggunakan liner besi sehingga nilai produktivitasnya tinggi
  • Performa tinggi, antara lain ringan, pendinginan sempurna, meredam suara berisik, awet atau tidak mudah aus, pemakaian oli hemat

DiASil Cylinder dibuat dengan proses Die Casting (cetak) bukan dengan Coated (lapisan) dapat dilihat gambar dibawah ini pelumasan “Elastic-Dynamic” pada permukaan DiASil Cylinder

Selain itu DiASil Cylinder juga memiliki kemampuan pendinginan yang bagus hal ini dapat dilihat pada grafik dibawah ini, grafik ini menunjukkan permuakaan DiASil Cylinder suhunya lebih rendah dibandingkan Cylinder Aluminium dengan liner besi (conventional)

Keuntungannya adalah

  1. Bebas perawatan. saking kerasnya dinding DiASil Cylinder, efek pengikisnya banyak berkurang dibanding silender baja (berkurang 2 hingga 3 kali berdasar tes oleh yamaha).
  2. Makin irit bahan bakar. DiASil Cylinder merawat permukaan film oli secara ideal pada dinding silinder sehingga konsumsi bahan bakar berkurang.

Forged Piston
adalah piston yang dibuat dengan sistem forging (tempa). memiliki ketahanan yang tinggi dibanding piston konvensional, teknologi Forged Piston adalah teknologi motor balap yang diaplikasikan ke moped. teknologi ini hanya dimiliki oleh yamaha dan indonesia adalah negara pertama yang menggunakannya.

Keuntungannya menggunakan Forged Piston antara lain ;

  • Tahan lama, tidak mudah aus.
  • Suhu muai lebih tinggi.
  • Koefisien gesek lebih rendah.
  • Berat piston lebih ringan.
  • Menghasilkan ‘noise’ lebih kecil.
  • Mencegah piston seizure (piston macet)
  • Biaya produksi yang efisiensi lapisan timah berfungsi untuk mencegah piston baret sehingga terlihat “berkilau” walaupun bergesekan dengan dinding Cylinde.

Sumber www.yamaha-friends.com

VN:F [1.9.8_1114]
Rating: 9.5/10 (6 votes cast)
VN:F [1.9.8_1114]
Rating: +1 (from 1 vote)

Jupiter MX: Teknologi Throttle Position

Dari waktu ke waktu, teknologi terus dikembangkan untuk sehingga menjadi lebih efisien. Begitu juga dibidang automotif, perkembangan teknologi meningkatkan efisiensi mesin sehingga bahan bakar yang dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit. Sebagai Konsumen Anda mungkin pernah mendengar adanya teknologi untuk mengatur timming pengapian dengan sistem kontrol posisi bukaan gas. Sehingga melalui teknologi ini timming pengapian pada ruang bakar di sepeda motor menjadi lebih maksimal dan secara otomatis akan menyesuaikan dengan kondisi bukaan gas / jumlah bahan bakar yang masuk dalam ruang bakar. Efisiensi mesin akan meningkat sehingga bahan bakar yang dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit. Kontrol pengapian melalui CDI juga otomatis mengikuti kondisi yang terjadi pada posisi bukaan gas. Mapping Pengapian terbaik pada CDI secara otomatis juga akan memberikan efek terhadap performa dan efisiensi mesin motor tersebut. Itulah kelebihan teknologi “Throttle Position

Nah tentunya sebagai konsumen akan sangat bijak jika Anda mengetahui bermacam-macam teknologi ini sehingga mengetahui mana yang terbaik dan dapat memilih teknologi yang terbaik pula. Pada Yamaha Teknologi ini sering kali disebut TPS (Throttle Position Sensor). Tapi hati-hati ada juga TPS dan TSS yang singkatannya juga berbeda, pada produk kompetitor TPS kalau di jabarkan adalah Throttle Position Switch dan TSS berarti Throttle Switch Sensor. Apa bedanya? Pada Throttle Position Sensor memakai sensor variable untuk mengukur bukaan gas pada bagian karburator, sedang pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor, mereka masih menggunakan Switch sebagai tombol on/off, sistem ini bekerja secara manual cuma untuk memindah dua posisi saja (dua mapping pengapian), jadi bukanlah model variable sensor yang mampu otomatis berubah menyesuaikan setiap kondisi bukaan gas yang terjadi. Tentu saja performa kerjanya sangat jauh berbeda walau namanya mirip-mirip. Throttle Position Sensor berkerja jauh lebih komplek dan jauh lebih baik dari model switch yang ada pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor.

Seperti yang sudah kita bahas, teknologi Throttle Position Sensor adalah teknologi Throttle Position yang terbaik, dan inilah yang diaplikasikan Yamaha pada Jupiter MX. Lebih hebatnya lagi Yamaha yang terkenal mampu bikin motor yang dapat lari kencang tidak hanya menerapkan TPS saja pada mesin Jupiter MX untuk membuat konsumsi bahan bakarnya jadi irit, akan tetapi Jupiter MX walau irit tetap mampu berlari kencang. Karena itulah TPS ini dipadukan dan di-intregasi-kan dengan Pompa Akselerasi sehingga walau irit tetap dapat menghasilkan tarikan yang spontan. Cara kerjanya seperti ini:
Jika handle gas dibuka, maka udara akan bertambah dan membuat campuran menjadi kering (lebih banyak komposisi udara jika dibandingkan dengan Air Fuel Ratio yang Normal) sehingga akselerasi jadi buruk dan tersendat. Disini fungsi pompa akselerasi untuk menginjeksikan bahan bakar ke bagian Ventury di dalam karburator saat terjadi percepatan, sehingga mesin merespon dengan cepat dan tarikan spontan terjadi.

Dengan perpaduan teknologi TPS yang terbaik dan teknologi pompa akselerasi yang sudah intregasi dalam satu kesatuan sistem pengabutan bahan bakar, maka Jupiter MX memiliki teknologi Throttle Position yang terbaik sehingga memiliki efisiensi mesin 135cc yang terbaik, irit bahan bakar, tarikan responsif-spontan dan mampu berlari kencang.

Sumber www.yamaha-friends.com

VN:F [1.9.8_1114]
Rating: 8.2/10 (5 votes cast)
VN:F [1.9.8_1114]
Rating: +2 (from 2 votes)

IMOTY Award 2009

Sebagai pabrikan sepedamotor yang cukup dekat dengan hati pelangannya, Yamaha kembali membuktikan bahwa produk-produknya memang layak untuk dibanggakan. Hal ini dibuktikan dengan berhasilnya Yamaha memenangkan ajang Indonesia Motorcycle Of The Year 2009.

Majalah Motorev sebagai penyelenggara event ini telah menguji semua jenis sepedamotor yang dipasarkan di Indonesia. Ujicoba mencakup berbagai aspek, dan dilakukan secara independent. Setelah melalui tahan pengujian ini didapatkanlah unit-unit sepedamotor yang memenuhi syarat untuk dinobatkan sebagai pemenang.

Yamaha sendiri telah berhasil memenangkan 3 kategori, yaitu:

  1. Terbaik Kategori 191-249 cc Motor Sport , Yamaha Scorpio Z
  2. Terbaik Kategori 126 - 150 cc Motor Bebek / Cub, Yamaha Jupiter MX 135
  3. Terbaik Kategori 0 - 115 cc Skuter Matic (A), Yamaha Mio Sporty

Selain itu Yamaha juga berhasil mendapatkan predikat Best Of The Best Indonesia Motorcycle Of The Year 2009, yaitu Yamaha Juiter MX 135.

Keberhasilan Yamaha ini tentunya tidak bisa lepas dari dukungan yang diberikan oleh pelanggan setia Yamaha. Yamaha sendiri tetap akan terus ber-inovasi dan memberikan pelayanan yang terbaik dalam bentuk produk-produk yang berkualitas dan pelayanan after sales serfice yang berorientasi pada kepuasan pelanggan.

Sumber www.yamaha-motor.co.id

VN:F [1.9.8_1114]
Rating: 6.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.8_1114]
Rating: +2 (from 2 votes)

Perbandingan Jupiter Z dan Jupiter MX

PERBANDINGAN SPESIFIKASI JUPITER Z DAN JUPITER MX

MESIN Jupiter Z Jupiter MX
Type Mesin 2P2, 4 Langkah, SOHC, 2 Klep (Berpendingin Udara) 4 Langkah, SOHC, 4 Klep (Berpendingin Cairan)
Konsumsi BBM 1:60 1:40
Diameter x Langkah 51.0 x 54.0 mm 54.0 x 58.7 mm
Volume Silinder 110.3 CC 134.4 CC
Perbandingan Kompresi 9.3 : 1 10.9 : 1
Power Max 8,8 HP pada putaran 8000 rpm 8, 45kw (11,33 HP) pada putaran 8500 rpm
Torsi Max 0,92 kgf.M pada putaran 5000 rpm 11,65N.m (1,165 kgf.M) pada putaran 5500 rpm
Sistem Pelumasan Pelumasan Basah Pelumasan Basah
Kapasitas Oli Mesin Penggantian Berkala 800 cc
Pengganti Total 1000 cc
Penggantian Berkala 800 cc
Pengganti Total 1000 cc
Kapasitas Air Pendingin Tidak Ada Radiator dan Mesin 620 cc
Tangki Recovery 280 cc, Total 900 cc
Karburator MIKUNI VM 17 x 1, Setelan Pilot Screw 1-3, 8 putaran keluar MIKUNI VM 22 x 1, Setelan Pilot Screw 1-5, 8 putaran keluar
Putaran Langsam Mesin 1.500 rpm 1.400 rpm
Saringan Udara Mesin Tipe Kering Tipe Kering
Sistem Starter Motor Starter & Starter Engkol Motor Starter & Starter Engkol
Type Tranmisi Type ROTARY 4 Kecepatan (N-1-2-3-4-N) Type ROTARY 4 Kecepatan dengan kopling manual
KELISTRIKAN Jupiter Z Jupiter MX
Lampu Depan 12V, 32.0W / 32.0W x 1 12V, 32.0W / 32.0W x 1
Lampu Belakang 12V, 5.0W / 21.0W x1 12V, 5.0W / 21.0W x1
Lampu Sein Depan 12V, 10.0W x 2 12V, 10.0W x 2
Lampu Sein Belakang 12V, 10.0W x 2 12V, 10.0W x 2
Baterai YB5L-B/GM5Z-3B / 12V, 5.0Ah YB5L-B/GM5Z-3B / 12V, 5.0Ah
Busi NGK/C6HSA / DENSO U 20 FS-U NGK/CPR 8 EA-9 / DENSO U 24 EPR-9
Sistem Pengapian DC. CDI DC. CDI
Sekring 10.0A 10.0A

RANGKA Jupiter Z Jupiter MX
Tipe Pipa “Underbone” Diamond Frame
Suspensi Depan Telescopic Telescopic Fork
Suspensi Belakang Lengan Ayun Tunggal / Monocross
Rem Depan Cakram Tunggal 220 mm Cakram Tunggal 220 mm
Rem Belakang Tromol dengan bahan “Non Asbestos” O 130 mm Tromol dengan bahan “Non Asbestos”
Ukuran Ban Depan 70/90-17 38P 70/90-17 38P
Ukuran Ban Belakang 80/90-17 44P 80/90-17 44P
Ukuran Rantai 428 428

DIMENSI Jupiter Z Jupiter MX
P x L x T 1910 x 680 x 1045 mm 1945 x 705 x 1065 mm
Tinggi Tempat Duduk 760 mm 770 mm
Jarak Sumbu Roda 1230 mm 1245 mm
Jarak Terendah Ke Tanah 140 mm 140 mm
Berat Kosong 99kg 104kg
Kapasitas Tangki 4.2 lt 4 lt

Jupiter MX merupakan generasi terbaru dari Jupiter Z beberapa penambahan diberikan pada Jupiter MX. Hal yang paling menonjol adalah jumlah cc yang dimiliki Jupiter MX lebih besar 24.1cc dibandingkan dengan Jupiter Z. Didukung dengan mesin dengan sistem pendingin cair, menjadikan Jupiter MX lebih mantap untuk dipakai pada kecepatan tinggi.

Seri Jupiter memang di-desain sporty, dan dengan berbagai penambahan yang diberikan pada Jupiter MX ini, tentunya akan lebih memuaskan lagi mereka yang berjiwa sporty.

VN:F [1.9.8_1114]
Rating: 9.4/10 (7 votes cast)
VN:F [1.9.8_1114]
Rating: +1 (from 5 votes)