Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Econo Riding: Performa Motor Mempengaruhi Konsumsi BBM

Tahukah Anda, bahwa performa motor dapat mempengaruhi konsumsi bahan bakar? Setelah kita siap dengan perlengkapan berkendara saatnya kita persiapkan kondisi motor agar dapat mendukung penghematan BBM. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :

  1. Perawatan Motor Secara Rutin
  2. Lakukanlah perawatan motor anda secara rutin, ikuti petunjuk yang terdapat pada buku manual motor anda, biasanya anda diharuskan untuk melakukan servis rutin, seperti ganti oli tiap beberapa ribu kilometer, dan lain-lain. Dengan melakukan perawatan rutin ini maka mesin motor anda menjadi sehat, dan konsumsi BBM pun akan irit.

  3. Perhatikan Ukuran Ban dan Tekanan Anginnya
  4. Ban merupakan hal yang sangat penting, sebaiknya kita menggunakan ban yang sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan motor tersebut, anda dapat melihatnya pada buku manual motor anda. Kalaupun ingin memperbesar ataupun memperkecil ukuran ban motor jangan melebihi batas maksimum atau minimum dari motor tersebut.

    Sebelum melakukan perjalanan, sebaiknya anda melakukan pengecekan tekanan angin dari ban motor anda. Karena bila ban kekurangan angin akan menyebabkan beratnya kinerja mesin motor. Isilah tekanan angin ban anda sesuai petunjuk di buku manual motor anda atau lihat tekanan angin yang tertulis di bibir ban anda.

  5. Periksa Rantai
  6. Periksalah rantai motor anda secara keseluruhan (gear set), jangan terlalu kendur (longgar) ataupun terlalu kencang karena akan mempengaruhi kinerja mesin motor, dan dapat mempengaruhi konsumsi BBM motor anda. Lakukan penyetelan rantai sesuai dengan ukuran yang disarankan, biasanya tertulis pada penutup rantai motor anda. Jika rantai motor anda aus, maka sebaiknya anda mengganti rantai secara keseluruhan (satu gear set).

  7. Periksa Rem
  8. Rem, selain sebagai penghenti laju motor juga dapat mempengaruhi konsumsi BBM motor anda. Setel kerenggangan tuas dan pedal rem anda. Jangan terlau rapat, karena bila kaki atau tangan kita tidak sengaja menginjak atau menekan rem laju motor akan tertahan dan ini juka akan membebani kinerja mesin dan berpengaruh pada konsumsi BBM motor anda.

    Usahakan membagi porsi pengereman anda, depan dan belakang dengan porsi 70% rem depan, dan 30% rem belakang. Kebanyakan orang biasanya menggunakan rem belakang lebih banyak ketimbang yang di depan. Dengan pembagian porsi rem depan dan belakang otomatis tangan kanan yang tadinya melakukan penarikan grip gas pada saat pengereman akan melepas (menurunkan) grip gas tadi untuk menarik tuas rem depan, hal ini cukup berpengaruh pada konsumsi BBM, karena mesin mengalami penurunan RPM.

  9. Lepas Aksesoris Yang Tidak Perlu
  10. Saat ini sangat banyak aksesoris untuk motor, biasanya akan membuat motor terlihat lebih gagah dan keren, seperti pemasangan boks dibelakang motor, jika anda tidak terlalu menggunakan boks tersebut sebaiknya anda melepasnya, karena merupakan beban yang berlebih bagi motor anda.

    Begitu pula dengan pemasangan lampu maupun klakson tambahan, hal ini mempengaruhi beban dari sistem kelistrikan motor yang berpengaruh pada suplai kelistrikan pengapian mesin motor, jika pengapian mesin terganggu maka akan terjadi pembakaran yang kurang sempurna di dalam mesin motor dan mengakibatkan borosnya konsumsi BBM motor anda.

VN:F [1.9.8_1114]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.8_1114]
Rating: 0 (from 0 votes)

Kode dan Simbol Ban Motor

Ban adalah salah satu komponen yang sangat penting, karena berhubungan langsung dengan aspal jalanan. Pada komponen itulah keselamatan, pengendalian, akselerasi, pengereman dan berapa luas area tapak ban yang menempel pada jalan akan memberikan keamanan pada pengendara.

Hal ini penting manakala kita akan mengganti ban kendaraan entah itu modifikasi atau karena ban aus, ini yang harus diperhatikan. Pada saat kita akan mengganti ban kendaraan, biasanya kita hanya mengatakan ukuran ban yang akan kita ganti atau beli, misal ukuran 2.75-17 atau 100/90-18. Karena parameter itu menunjukan ukuran lebar, tebal dan diameter, tetapi sesungguhnya masih banyak kode maupun symbol yang harus Anda ketahui agar mendapat ban yang sesuai dengan spesifikasi yang dinginkan serta mengetahui batasan-batasan yang aman untuk pemakaian.

Kode-kode Standar sebuah ban

UKURAN BAN

Ukuran ban biasanya menggunakan sistem metrik (metric system) atau sistem inci (inch system). Sebagai ilustrasi misal ban mempunyai kode: 100/90-18, dan 2.50-17. Artinya Ban 100/90-18 ini menggunakan sistem metrik maksud angka pertama adalah ukuran lebar ban, angka kedua setelah garis miring (/) adalan rasio dalam persen antara lebar dan tinggi ban dan angka ketiga setelah tanda – adalah diameter pelek/velg. Jadi ukuran ban dengan kode 100/90-18 jika diterjemahkan adalah lebar ban 100 mm, tinggi ban 90% x 100= 90 mm dan diameter dalam ban atau ukuran velg/rim 18 inchi.

Ban 2.50-17 menggunakan sistem inci jadi ukuran ban adalah lebar 2.5 inchi jika diubah menjadi mm, 1 inch = 2.54 jadi lebar ban 63.4 mm, tinggi ban karena angka kedua setelah garis miring tidak ada dianggap rasionya 100% jadi tingginya 2.50 inchi dan diameter dalam ban 17 inchi atau ukuran pelek/rim 17 inchi.

UMUR PRODUKSI

Disalah satu sisi ban biasanya tercetak kode empat angka yang menunjukan kapan ban diproduksi. Misalnya, 2108 angka tersebut dapat dibaca dua angka pertama menunjukan minggu, dua angka terakhir tahun pembuatan. Jadi kode di atas adalah ban diproduksi pada minggu ke-21 tahun 2008. Kode usia produksi perlu diperhatikan jadi dapat berapa lama ban tersimpan, yang dikuatirkan akan berpengaruh terhadap performa ban itu sendiri

KODE BAN DEPAN ATAU BELAKANG

Untuk kode pemakaian ban depan atau ban belakang biasanya di tulis dengan huruf (alphabet) kode “F” front berarti ban tersebut untuk ban depan sedangkan “R” rear ban tersebut untuk ban belakang. Biasanya ada perbedaan bentuk kembangan/pattern ban depan dan belakang dikarenakan fungsinya yang berbeda untuk ban depan sebagai kemudi dan jika hujan harus bisa mengalirkan air makanya ban depan biasanya mempunyai alur air. Sedangkan ban belakang fungsi untuk menggerakan maka membutuhkan torsi yang besar sehingga traksi sangat dibutuhkan makanya ban belakang biasanya ukuran lebih besar dan tidak mempunyai alur air. Tetapi kadang kita juga suka menjumpai ban belakang mempunyai alur air hanya beda ukuran lebih besar saja.

KODE KECEPATAN MAKSIMUM

Kode kecepatan maksimun ditulis dengan kode huruf, yang menunjukan batas maksimal sebuah ban dipacu terus selama 1 jam dengan membawa beban sesuai spesifikasi standar.

Tabel kecepatan maksimum (Km/jam)

Kode Alpabet Kecepatan Maksimum (Kg) Kode Alpabet Kecepatan Maksimum (Kg)
K 110 S 180
L 120 T 190
M 130 U 200
N 140 H 210
P 150 V 240
Q 160 W 270
R 170 Y 300

Contoh kasus : Kode ban 80/90-14 M/C 40P. Huruf P yang ada dibelakang angka (40P) itu yang menunjukan kecepatan maksimal. Sesuai table di atas P adalah menunjukan maksimun kecepatan 150 km/jam.

KODE COMPOUND YANG DIGUNAKAN

Kode Compound ban ditulis dengan kode huruf, yang menunjukan ban itu mempunyai Compound yang lunak sampai yang keras. Kode “S” soft menunjukan Compound lunak, “M” medium menunjukan Compound sedang dan “H” hard berarti Compound ban keras. Pemilihan Compound ban tergantung dari kebutuhan misal untuk road race biasanya menggunakan Compound soft dimana ban dengan Compound soft lebih empuk dan lengket menempel pada aspal tetapi karena sifatnya lunak maka ban akan cepat habis. Sedangkan medium biasanya dipakai untuk sehari hari. Jika ada ban dengan kode BT 92 F Radial 120/70 R17 M/C 54H, kode M/C itulah yang menunjukan compound ban sedang.

ARAH ROTASI BAN

Arah rotasi atau perputaran ban ditunjukan dengan tanda panah (Arrow), pemasangan ban harus sesuai dengan arah panah hal ini karena arah kembangan ban akan sempurna menempel pada aspal, atau mengalirkan air pada jalan basah serta mendapatkan traksi yang baik. Jika pemasangan terbalik ban tidak akan menempel pada jalan dan traksinya kurang baik sehingga ban terasa lebih licin yang bisa membahayakan pengendara.

BEBAN MAKSIMUM BAN

Indikasi beban maksimum yang dapat ditahan oleh ban dalam keadaan dingin biasanya dicantumkan dalam dinding ban. Ada yang tertulis langsung bebanya ada juga yang menggunakan indek angka. Tertulis langsung misal tertulis Max. Load 212 kg (467 LBS) AT 280 KPa (41 Psi) Cold dapat dibaca: ban tersebut menahan beban maksimum 212 kg atau 467 lbs dengan tekanan angin maksimal 41 psi dalam keadaan dingin (kendaraan tidak dipakai)

Menggunakan Indek angka:

(73W) V280 angka 73 adalah angka indek yang mempunyai standar beban maksimal 365 kg. Dibawah ini table indeks beban maksimum (kg).

Kode Angka Beban Maksimum (Kg) Kode Angka Beban Maksimum (Kg) Kode Angka Beban Maksimum (Kg)
30 106 40 140 50 190
31 109 41 145 51 195
32 112 42 150 52 200
33 115 43 155 53 206
34 118 44 160 54 212
35 121 45 165 55 218
36 125 46 170 56 224
37 128 47 175 57 230
38 132 48 180 58 236
39 136 49 185 59 243

TIPE BAN

Pada sisi dinding ban biasanya dicantumkan pula tipe dari ban tersebut misal TT = Tube Type atau TL = Tubeless. Ban tube type artinya ban tersebut ban yang menggunakan ban dalam, sedang tubeless atau radial sudah tidak memerlukan ban dalam lagi.

SIMBOL SEGI TIGA

Simbol segi tiga disebut Thread Indication (TWI) atau indicator batas pemakaian. Gambar segitiga pada sisi dinding ban merupakan batas akhir dari grip atau alur ban, jika alur ban sudah terkikis habis atau sudah tipis karena pemakaian maka ban tersebut harus diganti karena sudah tidak aman lagi.

SIMBOL GARIS WARNA

Simbol garis warna ini ada pada lapisan kembangan yang belum pernah dipakai untuk menandakan ban tersebut masih baru. Karena lapisan ban ini paling luar pada kembangan/pattern maka jika ban lama dipakai akan habis. Garis warna ada yang satu tetapi ada juga yang lebih dari satu warna, dan tiap pabrikan biasanya mempunyai warna berbeda missal putih, merah, kuning, biru dan hijau.

SIMBOL BALANCE

Simbol balance biasanya berupa bulatan pada dinding ban, tanda bulat dengan warna berbeda-beda tiap pabrikan misal kuning, merah ataupun biru. Tanda balance ini harus diperhatikan saat pemasangan ban, karena itulan titik paling ringan dari tiap ban, di titik itu pula posisi pentil harus sejajar. Karena pentil ban merupakan titik berat dari ban.

STRUKTUR BAN

Tidak semua pabrikan ban mencantumkan struktur ban, tetapi untuk pabrikan ban dengan kualitas baik biasanya mencantumkannya. Misal: Tread: 4 nylon, side wall: 2 nylon

  • Tread adalah bagian tapak ban yang langsung bersinggungan dengan aspal, harus kuat terhadap benturan, tusukan yang dapat merusak ban. memberikan daya lengket ke aspal dan daya tahan ban karena gesekan. Jadi Tread ban tersebut terdiri 4 lapisan nylon.
  • Side wall adalah bagian dinding samping kiri dan kanan ban. Berfungsi sebagai penopang ban. Jadi side wall ban tersebut terdiri 2 lapisan nylon.

Sumber www.kaskus.us

VN:F [1.9.8_1114]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.8_1114]
Rating: 0 (from 0 votes)